Jendela Informasi Rakyat

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Minta APH Tindak Tegas Agen TKW Nakal

  • Bagikan

TANGERANG, (JN) — Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud angkat bicara terkait nasib Sumiyati, tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Tangerang yang terlantar di Libya dan memohon bantuan agar dapat dipulangkan ke Indonesia.

Kasus Sumiyati menjadi perhatian publik setelah video permohonannya beredar luas di media sosial TikTok. Dalam unggahan tersebut, Sumiyati meminta bantuan Bupati Tangerang dan Gubernur Banten agar dapat kembali ke Tanah Air dan berkumpul dengan keluarganya.

Menanggapi kondisi tersebut, Muhammad Amud meminta pemerintah bergerak cepat memastikan keselamatan dan kepulangan Sumiyati.

Amud mengatakan, DPRD akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menelusuri proses keberangkatan Sumiyati ke Libya, termasuk pihak atau agen yang memberangkatkannya.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk mengetahui bagaimana Ibu Sumiyati bisa berangkat. Legalitas agen yang memberangkatkan juga akan kami cek dan monitor, mulai dari perizinannya,” ujar Amud seusai rapat paripurna DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, langkah cepat diperlukan karena persoalan tersebut menyangkut keselamatan dan perlindungan warga Kabupaten Tangerang yang bekerja di luar negeri.

“Harus ada aksi yang cepat karena ini menyangkut warga Kabupaten Tangerang. Pemerintah daerah harus segera mengetahui persoalan ini sudah ditangani atau belum,” tegasnya.

Amud juga meminta Pemkab Tangerang berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan dalam perlindungan dan penempatan pekerja migran Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kondisi Sumiyati sekaligus mempercepat proses pemulangannya.

“Yang bersangkutan tentu membutuhkan perhatian. Kita berharap pemerintah segera memberikan respons karena kondisinya di sana sangat memprihatinkan,” katanya.
Amud menegaskan, viralnya kasus Sumiyati di media sosial harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengambil langkah konkret, bukan sekadar memberikan perhatian.

Ia berharap koordinasi lintas instansi segera dilakukan sehingga keberadaan, kondisi, serta status penanganan Sumiyati di Libya dapat dipastikan.

“Harapannya, Sumiyati segera mendapatkan penanganan dan bisa pulang ke Indonesia untuk bertemu keluarganya,” tutup Amud.

Penulis: EDI
  • Bagikan
Exit mobile version