Pedagang di Tangsel Keluhkan Harga Komoditi Terus Merangkak Naik

  • Bagikan

TANGERANG, (JN) – Sejumlah pedagang di pasar tradisional di Tangerang Selatan, mengeluhkan kenaikan harga secara berkala yang terjadi belakanga ini. Kenaikan harga-harga pangan saat ini dipastikan akan terus berlanjut hingga puasa Ramadan dan lebaran mendatang.

“Sekarang semua-semua mulai naik. Biasanya kalau sudah naik begini, akan terus-menerus naik sampai lebaran,” kata Siti Asrap, pedagang ayam potong di Pasar Serpong, Kamis (3/3/2022).

Dia menuturkan, untuk jenis ayam potong yang dia jual saat ini terus mengalami kenaikan sejak awal pekan kemarin, kenaikannya sebesar Rp1000 rupiah per kilogram setiap harinya.

“Dari Selasa kemarin itu naik seribu, hari ini seribu lagi. Biasanya kalau sudah naik dicicil begini akan naik terus-terusan,” jelasnya.

Pedagang ayam potong yang sudah 17 tahun berjualan itu, menjelaskan hari ini per kilogram ayam potong yang dijual di lapak usahanya dihargai sebesar Rp30 ribu per kilo atau sekitar 48 ribu per ekor ukuran 1,5 kilogram.

Selain kenaikan harga-harga bahan pangan yang mencicil naik, para pedagang di pasar Serpong, juga mengeluhkan rendahnya daya beli masyarakat Tangsel, akhir-akhir ini.

“Kemampuan belinya juga jauh. Sehari saya biasa 100 ekor laku, sekarang paling hanya 20 ekor ayam. Terkadang juga engga habis 20,” terang dia.

Dengan kondisi saat ini, dia berharap Pemerintah bis segera mengendalikan harga-harga pangan dari pihak distributor maupun pemasok.

“Selain karena Pandemi, orang-orang banyak di PHK. Mudah-mudahan ada upaya serius Pemerintah mengatasi lesunya penjualan. Kaya penjua daging mogok, imbasnya ke pedagang lain ikut sepi. Kemarin tempe tahu mogok, dagangan kita juga engga laku,” jelas dia.

Sementara pantauan di pasar Serpong, kenaika harga bahan pangan tidak hanya terjadi pada ayam potong, tetapi sayur mayur seperti aneka cabai juga mulai bergerak naik.

“Semua, cabai keriting, cabai merah mulai naik. Cabe merah naik Rp3 ribu dari Rp35 sekarang Rp 38 ribu per kilo. Harapan kami kalau mau naik sekali saja, sudah naik berapa, jangan dicicil-cicil, jadi kita pedagang bingung jualanya, setiap hari harga berubah-ubah,” jelas Herman, pedagang sayur.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *