SERANG, (JN) — Sejumlah mahasiswa Universitas Pamulang Serang menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Peningkatan Literasi Digital Siswa SMK melalui Edukasi Keamanan Digital dalam Pemanfaatan Sistem Informasi.
Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Insan Mulya Kibin, Kabupaten Serang, Banten, pada 18 September 2026. Sebanyak 45 siswa mengikuti edukasi yang difokuskan pada peningkatan pemahaman tentang keamanan digital.
Ketua Tim PKM, Rahmat Fajar Febrian, mengatakan edukasi tersebut dilatarbelakangi masih rendahnya pemahaman sebagian siswa mengenai penggunaan teknologi secara aman.
Menurutnya, siswa menghadapi berbagai risiko ketika beraktivitas di ruang digital. Di antaranya hoaks, phishing, pencurian data pribadi, hingga penggunaan platform digital yang tidak bijak.
“Risiko seperti hoaks, phishing, pencurian data pribadi, hingga penggunaan platform digital yang kurang bijak masih sering dijumpai di kalangan siswa,” ujar Rahmat.
Ia menambahkan, risiko tersebut dapat menimbulkan dampak serius. Mulai dari kerugian finansial hingga penyalahgunaan data pribadi. Selama sekitar empat jam, siswa mendapatkan materi mengenai enam aspek penting keamanan digital.
Materi tersebut meliputi keamanan akun digital, pembuatan kata sandi yang kuat, pengenalan modus phishing, verifikasi hoaks dan misinformasi, perlindungan data pribadi, serta etika penggunaan media digital.
Penyampaian materi dilakukan melalui ceramah interaktif dan diskusi tanya jawab. Metode tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk membahas berbagai persoalan digital yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMK Insan Mulya Kibin, Hj. Sukenah menyambut positif kegiatan tersebut.
Menurutnya, edukasi keamanan digital memiliki relevansi kuat dengan aktivitas siswa yang semakin lekat dengan teknologi.
“Kami berterima kasih atas edukasi yang diberikan. Materi ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini, yang hampir seluruh aktivitasnya bersentuhan dengan dunia digital, baik untuk belajar maupun bersosialisasi,” katanya.
Tim PKM berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Para siswa diharapkan mampu menerapkan prinsip keamanan digital dalam aktivitas sehari-hari.
Edukasi itu juga diharapkan mendorong siswa menjadi generasi digital yang cakap, kritis, dan bertanggung jawab.
Dengan pemahaman yang memadai, siswa diharapkan mampu melindungi data dan dirinya sendiri. Termasuk turut mencegah risiko digital yang dapat merugikan orang lain.
