Jendela Informasi Rakyat

Dr. Masduki Asbari Direkomendasikan Kompeten sebagai Analis Kebijakan Publik Bersertifikat BNSP

  • Bagikan

SURABAYA, (JN) – Dunia akademik dan kebijakan publik nasional kembali mencatat capaian membanggakan. Dr. Masduki Asbari resmi direkomendasikan kompeten sebagai Analis Kebijakan Publik oleh asesor kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi Administrasi Publik Indonesia (LSP-API) dalam uji kompetensi yang digelar di Surabaya, Sabtu (14/2/2026).

Uji kompetensi tersebut berada dalam skema sertifikasi yang terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), lembaga negara yang berwenang menjamin mutu dan standar kompetensi profesi secara nasional. Rekomendasi kompeten ini menegaskan bahwa Dr. Masduki telah memenuhi unit-unit kompetensi nasional di bidang analisis kebijakan publik.

Dalam skema tersebut, peserta diuji pada sejumlah aspek krusial, mulai dari perumusan masalah kebijakan, analisis alternatif solusi, penilaian kelayakan (feasibility analysis), hingga penyusunan rekomendasi berbasis bukti (evidence-based policy). Sertifikasi ini menjadi indikator profesional bahwa seorang analis kebijakan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menyusun rekomendasi strategis yang aplikatif dan terukur.

Ucapan selamat dan apresiasi disampaikan Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) Tangerang, Francisca Sestri. Ia menilai capaian tersebut merupakan wujud konsistensi akademik, integritas ilmiah, dan dedikasi panjang Dr. Masduki dalam pengembangan pendidikan dan kebijakan publik.

“Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pengakuan profesional atas kompetensi strategis di bidang analisis kebijakan publik. Beliau layak mendapatkan rekomendasi kompeten ini,” ujar Prof. Sestri.

Selain sebagai dosen tetap di UNIPI, Dr. Masduki juga menjabat Wakil Ketua Umum Forum Doktor UNIPI dan aktif mendorong kontribusi intelektual para doktor dalam penguatan pembangunan daerah maupun nasional.

Prof. Sestri turut menyoroti kiprah Dr. Masduki sebagai pendiri Yayasan Aya Sophia Indonesia, yang bergerak dalam pengembangan ekosistem pendidikan berbasis nilai, karakter, dan kepemimpinan.

Menurutnya, perpaduan antara pengalaman praktis di lapangan pendidikan dan kapasitas akademik di bidang manajemen serta kebijakan publik membentuk perspektif yang komprehensif dalam membaca persoalan publik secara sistemik.

“Seorang analis kebijakan publik tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus memiliki sensitivitas sosial, pengalaman manajerial, serta kemampuan merumuskan solusi implementatif. Dr. Masduki memiliki ketiganya,” tegasnya.

Sertifikasi ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi akademisi dalam merumuskan kebijakan berbasis data dan riset, sekaligus mendorong peningkatan kualitas tata kelola publik di tingkat daerah maupun nasional.

Penulis: Wargono
  • Bagikan
Exit mobile version