Jendela Informasi Rakyat

Kolaborasi Indonesia–Jerman, KRI Canopus-936 Resmi Perkuat Armada Riset TNI AL

  • Bagikan

JERMAN, (JN) — Indonesia resmi menambah kekuatan maritimnya dengan peluncuran dan serah terima KRI Canopus-936 di galangan Abeking & Rasmussen, Bremen, Kamis (12/02). Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) berteknologi tinggi ini menjadi tonggak penting modernisasi pertahanan laut sekaligus simbol kolaborasi strategis Indonesia–Jerman.

KRI Canopus-936 menghadirkan kemampuan riset kelautan yang sebelumnya belum dimiliki Indonesia. Dilengkapi sensor bawah laut mutakhir, kapal ini mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter, termasuk kawasan palung terdalam samudera. Kapal tersebut juga dibekali Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) guna mendukung pengumpulan data di area ekstrem yang sulit dijangkau manusia.

Dengan panjang 105 meter, KRI Canopus-936 dirancang untuk operasi jarak jauh dan mampu berlayar hingga 60 hari tanpa henti. Kapal ini menjadi aset strategis dalam mendukung keamanan navigasi, perlindungan lingkungan laut, serta penguatan strategi pertahanan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani, menegaskan bahwa kehadiran KRI Canopus-936 bukan sekadar penambahan armada, melainkan pusat integrasi data kelautan nasional.

“KRI Canopus-936 adalah lompatan besar bagi Indonesia. Kapal ini bukan hanya memperkuat kapasitas TNI AL, tetapi juga membuka era baru kemandirian data kelautan Indonesia. Kolaborasi Indonesia–Jerman dalam proyek ini menunjukkan bahwa kemitraan strategis dapat menghasilkan inovasi nyata bagi keamanan dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Pembangunan kapal berlangsung selama 36 bulan melalui kerja sama antara PT Palindo Marine dan Abeking & Rasmussen. Proyek ini tidak hanya menghasilkan kapal riset berteknologi tinggi, tetapi juga memastikan terjadinya transfer teknologi guna memperkuat kapasitas industri perkapalan nasional.

Nilai strategis KRI Canopus-936 mencakup penguatan kesiapan pertahanan TNI Angkatan Laut, peningkatan kemandirian industri pertahanan melalui alih teknologi dan penguatan sumber daya manusia, serta pendalaman kerja sama Indonesia–Jerman di bidang maritim dan teknologi.

Tingginya arti penting kapal ini tercermin dari kehadiran Wakil Kepala Staf Angkatan Laut RI dalam upacara serah terima, didampingi jajaran Kementerian Pertahanan RI serta perwakilan tinggi Angkatan Laut dan Badan Hidrografi Jerman.

Dengan resmi beroperasinya KRI Canopus-936, Indonesia kini memiliki instrumen strategis untuk memahami, menjaga, dan mengelola ruang lautnya secara mandiri—sebuah langkah maju menuju kedaulatan maritim yang semakin kokoh.

Penulis: Wargono
  • Bagikan
Exit mobile version