Menu
Jendela Informasi Rakyat

Kepuasan Masyarakat Menurun, Pengamat : Pj Bupati Tangerang Tidak Jalankan Program Zaki Iskandar

  • Bagikan
Oplus_131072
src="https://farm3.staticflickr.com/2865/9425612899_a28c5f97c6_o.jpg" alt="banner 468x60" title="banner 468x60" width="468" height="60" loading="lazy" />

TANGERANG, (JN) – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pj Bupati Tangerang Andi Ony Prihartono menurun dibanding dengan era kepemimpinan Bupati Tangerang sebelumnya, Ahmed Zaki Iskandar.

Merosotnya kepuasan masyarakat pada pemerintahan Andi Ony tercermin dalam hasil survei Pandawa Research.

Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Andi Ony hanya mampu menyentuh 38,4 persen, sementara ketidakpuasan masyarakat mencapai 32,6 persen, dan yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 29,1 persen.

Hal itu menunjukan adanya penurunan kepuasan masyarakat apabila dibandingkan dengan era kepemimpinan Bupati Tangerang sebelumnya, Ahmed Zaki Iskandar yang mencapai 69,2 persen, tidak puas 26,7 persen, dan tidak tahu 4,1 persen.

Akademisi dan Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Muhamadiyah Tangerang (UMT) Memed Chumaidi menilai, selama 9 bulan menjabat Pj Bupati Tangerang, kinerja Andi Ony tidak menyentuh secara optimal kepada masyarakat.

Bahkan, beberapa program-progam Bupati Tangerang sebelumnya yakni Ahmed Zaki Iskandar yang dinilai publik bagus tidak diteruskan oleh Pj Bupati Tangerang Andi Ony. Kata Memed, Hal itu menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya kepuasan publik terhadap PJ Andi Ony.

“Jadi, saya melihat Andi Ony ini masih euphoria atas kepemimpinannya sebagi PJ bupati. Padahal, Pj mempunyai kewenangan yang mirip dengan bupati definitive, namun justru Pj Andi Ony ini malah tidak memanfaatkan warisan Zaki yang baik,” kata Memed kepada awak media.

Menurut Memed, publik menilai bahwa Pj. Bupati Tangerang, Andi Ony Prihartono hanya senang tampil di media, namun minim prestasi. Bahkan, Kabupaten Tangerang saat ini seperti kehilangan arah pembangunan dan kesejahteraan, ketika dipimpin oleh Andi Ony Prihartono.

” Publik butuh kinerja yang lebih dari Andi Ony dalam mengoptimalisasi  pembangunan Kabupaten Tangerang. Bukan hanya senang tampil di media tetapi minim prestasi. Ini menjadi catatan penting, agar  PJ Gubernur dan Kemendagri mengevaluasi Kabupaten Tangerang dibawah kepemimpinan Andi, ” tuturnya.

Memed mengungkapkan, Andi Ony padahal belum genap satu tahun memimpin Kabupaten Tangerang. Namun sudah menjadi sorotan publik, khusunya tim lembaga survei kinerja. Tentunya, hal itu menjadi sebuah pertanyaan.

“Belum genap setahun memimpin Kabupaten Tangerang, kinerja Andi Ony sudah mendapat sorotan. Tentunya, ini menjadi pertanyaan dan catatan 9 bulan Pasca Ahmed Zaki Iskandar menjabat bupati Tangerang, masih terekam kinerja terbaiknya sehingga pak zaki masih mendapatkan nilai yang memuaskan dari publik. Sementara  Andi Ony mendapat penilaian kurang memuaskan oleh publik, ” ujarnya.

Terpisah, Dosen Fisip Kajian Politik Nasional sekaligus Pengamat Kebijakan Publik, Adib Miftahul mengibaratkan Andi Ony bagikan katak dalam tempurung. Menurutnya, Andi Ony yang sebelumnya terbiasa dipimpin, jadi gagap dan kaget ketika menjadi Pj Bupati Tangerang. Bahkan tidak tahu apa yang harus diperbuat ketika memimpin daerah.

“Kualitas Pj Bupati Tangerang dibawah level OPD. Jelas ini membuat malu Kemendagri, karena mengirim seseorang yang seperti katak dalam tempurung, ” kata Adib.

Menurut Adib, Pj. Bupati Tangerang, Andi Ony Prihartono tidak memiliki jiwa visioner dan eksekusi yang baik. Akibatnya, beberapa Perbup penting dalam kebijakan, tertahan karena belum disetujui Pj bupati.

“Padahal itu penting sebagai landasan pembangunan di Kabupaten Tangerang. Bagaimana Dinas bisa menjalankan kebijakan, kalau Pj nya tidak tanda tangan, ” ungkapnya.

Kata Adib, bila melihat hasil survei yang dilakukan Pandawa Research, Andi Ony tidak bisa dibandingkan dengan Ahmed Zaki Iskandar (Mantan Bupati Tangerang). Pasalnya, Andi ini tidak faham dan tidak mampu meneruskan kebijakan-kebijakan Bupati sebelumnya.

” Apa yang mau dibandingkan, Andi saja tidak faham dan tidak mampu meneruskan kebijakan-kebijakan Bupati sebelumnya, ” tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *