Menu
Jendela Informasi Rakyat

Gara-gara Snack, Aliansi Mahasiswa Tuntut Pecat Sekretaris KPU Kabupaten Tangerang

  • Bagikan
src="https://farm3.staticflickr.com/2865/9425612899_a28c5f97c6_o.jpg" alt="banner 468x60" title="banner 468x60" width="468" height="60" loading="lazy" />

TANGERANG, (JN) – Aliansi Mahasiswa Tangerang, menggeruduk kantor KPU Kabupaten Tangerang, Jumat (26/1/2024). Mereka menuntut agar Sekretaris KPU Kabupaten Tangerang dipecat karena dinilai gagal menjalankan tugasnya.

Hal ini terjadi imbas dari kegaduhan pada pelantikan anggota KPPS pada Kamis 25 Januari 2024 kemarin. Pelantikan ini menuai polemik akibat keterlambatan pengiriman snack.

Berdasarkan pantauan, para mahasiswa tiba di Kantor KPU Kabupaten Tangerang sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangan mereka diterima Ketua KPU Kabupaten Tangerang Muhamad Umar didampingi Komisioner dan Sekretaris berserta jajaran.

Saepul Bahri, Perwakilan Aliansi Mahasiswa Tangerang, mengatakan bahwa ada sejumlah tuntutan yang mereka sampaikan dalam aksi tersebut yang berkaitan dengan kegaduhan penyelenggaraan pelantikan anggota KPPS yang digelar serentak di masing-masing PPS se-Kabupaten Tangerang.

“Dalam audiensi tadi ada 4 point tuntutan yang kami sampaikan kepada pihak KPU. Salahsatunya, kami menuntut pecat Sekretaris KPU Kabupaten Tangerang, karena diduga ikut kongkalingkong dengan vendor pengadaan snack pelantikan anggota KPPS, ” tegas Saepul Bahri.

Pria yang akrab disapa Ceming ini juga menyebut bahwa Ketua beserta anggota KPU Kabupaten Tangerang harus bertanggungjawab dalam persoalan ini.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam pengadaan snack tersebut. Selain keterlambatan pengiriman, isi snack juga tidak layak. Sebab, konsumsi yang dianggarkan Rp19. 000 untuk perorang anggota KPPS itu isinya hanya dua buah snack dan air mineral kemasan gelas.

“Untuk itu, kami juga menuntut transparansi anggaran pelantikan KPPS. Kemudian fakta integritas independensi KPU sebagai penyelanggara pemilu, dan kami mengutuk keras terhadap penyelenggara yang berpihak kepada paslon atau peserta Pemilu, ” tandas Ceming.

Para mahasiswa berjanji akan mengkaji lebih dalam persoalan tersebut. Bahkan, mereka juga mengancam akan membuat pelaporan terkait hal tersebut.

Terpisah, Sekretaris KPU Kabupaten Tangerang, Kuswanto membantah tudingan mahasiswa yang menyebutkan bahwa ada kongkalingkong antara pihak vendor dan dirinya dalam pengadaan snack pelantikan anggota KPPS tersebut.

“Saya pribadi pun sebelumnya tidak saling kenal dengan pihak vendor. Jadi, tidak ada yang namanya kongkalingkong, ” kata Kuswanto.

Namin diakui Kuswanto, ada beberapa kesalahan yang dilakukan vendor sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam pengiriman snack. Bahkan, kata dia, akibat keterlambatan itu sejumlah anggota KPPS di beberapa kecamatan tidak menerima snack.

“Oleh karena itu kami mohon maaf. Keterlambatan ini disebabkan tidak adanya informasi dari vendor bahwa mereka menemui kesulitan dalam pengiriman,” ujar Kuswanto.

Saat disinggung apakah pihak KPU Kabupaten Tangerang memberikan sanksi kepada vendor karena melakukan kesalahan yang mengakibatkan terjadinya kegaduhan, Kuswanto menjawab bahwa ia telah membuat adendum untuk merevisi ulang harga snack tersebut yang awalnya Rp19. 000 menjadi Rp12. 000.

“Anggaran awalnya Rp19. 000 per orang, tapi karena vendor melakukan kesalahan dengan keterlambatan pengiriman dan isi snacknya tidak sesuai maka harganya kami turunkan jadi Rp12. 000. Selain itu, vendor juga akan menurunkan uang kepada anggota KPPS yang tidak menerima snack saat pelantikan melaui PPK, ” terangnya.

Kuswanto juga enggan berkomentar banyak saat disinggung terkait tuntutan mahasiswa yang meminta agar dirinya dipecat dari jabatanya sebagai Sekretaris KPU Kabupaten Tangerang. “Kalau itu bukan ranah kami, itu ranah nya pimpinan, ” ujarnya.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *