Tolak Negosiasi, Karatecker dan Panitia Mukab Gugurkan Dicky

  • Bagikan

TANGERANG, (JN) – Calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Kabupaten Tangerang Dicky Awaludin mengaku prihatin atas sikap karateker yang menggugurkan dirinya sebagai calon Ketua Kadin Kabupaten Tangerang. Pasalnya, penguguran yang dilakukan oleh pihak Sharing Comite (SC) pada Sabtu (24/12/2022) malam, setelah negosiasi Zulkarnaen melalui Ketua Karateker Samsyul Haryanto dan Hadi Mulyana alias Encep Mbe di Istana Nelayan, Kebon Nanas, Kota Tangerang tak membuahkan hasil.

Dicky yang saat itu didampingi, Rahmat Hadist, selaku besan Jaksa Agung Burhanudin karena selaku penasehat tim pemenangannya mengatakan, saat itu Ketua Karateker dan Wakil Ketua OKK Hadi Mulyana, meminta agar saya datang ke Istana Nelayan untuk di mediasi dengan Zulkarnaen. Mereka meminta saya mundur karena menurut mereka saya tidak akan menang melawan Zulkarnaen di Mukab yang akan dilaksankan 26 Desember mendatang.

“Ini calon sudah lolos dua, ada Dicky dan Zulkarnaen, tapi kalau Dicky memaksakan tetap maju di Mukab dipastikan kalah. Lebih baik Dicky mundur uang partisipasi dikembalikan dan kepengurusan 50 persen diserahkan terkecuali wakil ketua bidang Industri,’’kata Samsul yang juga salah satu Bacaleg PDIP di Kota Tangerang Selatan.

Hal yang juga dikatakan oleh Encep Mbe. Menurut Encep, peserta Mukab yang sudah di verifikasi untuk jadi peserta Mukab semua orang Zulkarnaen alias pendukungnya. “Ini saran terbaik buat Dicky,’’kata Ncep mbe.

Mendapat tawaran tersebut, Dicky yang sudah mempunyai komitmen maju di Mukab Kadin Kabupaten Tangerang dengan tujuan dan niat baik, menolak tawaran Ketua Karateker dan Wakil Ketua Kadin Banten itu.

“Saya mengatakan apapun hasilnya saya ikhlas. Menang kalah dalam sebuah kontestasi itu biasa yang penting Mukab digelar dengan azas indendensi, kejujuran dari panitia dan para karateker. Kenapa saya bilang begitu, karena saya sudah mencium aroma kecurangan. Tapi kalaupun independensi dan kejujuran tak bisa juga dijungjung karateker dan panita ya sudah gelar aja mukab dan saya tetap maju dan akan menerima apapun hasilnya dengan ikhlas,’’ tegas Dicky menjawab tawarana negosiasi dari Zulkarnaen.

Saat datang ke restoran tersebut Dicky dan penasehatnya memang terlambat dari jadwal jam 11.00 WIB karena kondisi kemacetan lalu lintas. Dicky pun tak bertemu dengan Zulkarnaen dan seolah-olah Zulkarnaen mempercayakan kepada Ketua Karateker dan Wakil Ketua Kadin Banten itu.

Dalam kesempatan itu, Rahmat Hadist sempat memberikan masukan kepada para penyelenggara Mukab Kadin tersebut, terkait negosiasi yang ditawarkan ke Dicky. Menurut mantan Kepala Dinas di Pemkot Tangerang ini, negosiasi yang diungkapkana para pengurus Kadin.

Menurut mantan Kepala Dinas di Pemkot Tangerang ini, negosiasi yang diungkapkana para pengurus Kadin Banten ini, saya kira bukan langkah atau tindakan yang pantas dilakukan kepada para calon.

“Budaya ini, budaya lama yang harus ditinggalkan demi kemajuan Kadin di Kabupaten Tangerang. Biarkan mereka berkompetisi dalam Mukab secara sehat. Karateker dan Kadin Banten harus benar-benar mengawasi prosesnya sesuai aturan. Tujuannya untuk menghasilkan Ketua Kadin Kabupaten Tangerang yang bisa membawa perubahan bagi Kadin sendiri. Itupun kalau Kadin mau berubah dan menjadi wadah organisasi pengusaha yang sesungguhnya. Karena saya dengar juga pesertanya banyak peserta dari PT Perseorangan yang asal jadi Kartu Tanda Anggota (KTA),’’ungkap Rahmat Hadist.

Setelah mendapatkan penolakan yang bijak dari Dicky para pengurus Kadin Banten itupun pamit. Dan tepat pukul 08.00 WIB, Ketua Karateker Samsul atau Atul menginformasikan bahwasannya Dicky tak lolos sebagai Calon Ketua Kadin Kabupaten Tangerang dengan alas an kelengkapan Administrasi melalui pesan WA.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *