TANGERANG – Sejumlah warga sekitar dibuat resah dengan keberadaan Apartemen Ecco Home, Citra Raya. Pasalnya, selain diduga jadi tempat bisnis prostitusi terselubung, Apartemen tersebut disinyalir kerap jadi tempat pesta narkoba.
Seperti yang diceritakan oleh Andi (29) warga Kampung Nalagati, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Ia mengaku khawatir jika aktivitas prostitusi terselubung di apartemen Ecco Home akan memberikan dampak buruk terhadap warga lingkungan sekitar, khususnya pemuda.
Menurut Andi, sudah jadi rahasia umum jika apartemen Ecco Home itu jadi sarang PSK dan tempat prostitusi terselubung.
“Dikhawatirkan berpengaruh buruk, sebab ada juga warga sekitar yang bekerja di apartemen itu, jangan sampai ikut-ikutan terlibat,” kata Andi kepada Jurnalnews, Minggu (1/6/2025) malam.
Selain diduga jadi tempat bisnis esek-esek terselubung, Andi juga mensinyalir Apartemen Ecco Home kerap dijadikan tempat pesta narkoba. Kata Andi, hal itu dibuktikan dengan adanya pengguna narkoba yang pernah ditangkap aparat kepolisian di Apartemen tersebut sekitar pada September 2024 lalu.
“Pernah ada penggerebekan, ada yang ditangkap polisi di Apartemen Ecco Home, kasus narkoba. Kebetulan saat itu saya lagi nongkrong deket apartemen, jadi saya tahu,” tuturnya.
Andi berharap, pihak pengelola Apartemen Ecco Home dan manajemen Citra Raya memberlakukan aturan yang ketat sehingga apartemen tersebut tidak lagi dijadikan tempat prostitusi terselubung ataupun kegiatan lain yang memicu keresahan masyarakat sekitar.
“Kami juga meminta aparat hukum dan pihak pemerintah bertindak tegas, jangan hanya prostitusi di kos-kosan yang di razia,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, prostitusi seolah menjadi momok yang sulit diberantas di Apartemen Ecco Home, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Padahal, prostitusi di tempat itu pernah dibongkar polisi pada 9 September 2020 lalu. Namun bisnis ilegal ini tetap saja langgeng.
Prostitusi di Apartemen Ecco Home diduga terjadi karena banyak unit apartemen yang disewakan secara harian hingga per tiga jam.
Berdasarkan pengakuan seorang broker yang ditemui Jurnalnews, harga penyewaan unit sekitar Rp 250 ribu hingga 300 ribu per hari. Dan Rp 150 ribu untuk per tiga jam.
Pada umumnya para broker mengetahui jika unit yang disewa itu digunakan untuk bisnis seks. Namun, broker mengaku tidak terlibat langsung dalam bisnis haram tersebut.
“Setiap tower ada broker, tapi untuk jumlahnya enggak tahu. Satu broker ada yang mengelola 5 sampai belasan unit,” kata broker yang tidak mau disebutkan jati dirinya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, diyakini prostitusi masih tetap marak di Apartemen Ecco Home meski tempat itu pernah digerebek polisi. Bahkan, diduga ada sejumlah oknum yang terlibat membekingi bisnis esek-esek tersebut.
