Jendela Informasi Rakyat

Salah Isi BBM di SPBU Bugel, Mobil Hybrid Konsumen Mogok, Pengelola Akui Kelalaian Operator

  • Bagikan

TANGERANG, (JN) – Seorang konsumen mengaku mengalami kerugian setelah kendaraan hybrid miliknya salah diisi bahan bakar di SPBU Bugel, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (1/7/2026). Akibat insiden tersebut, mobil tidak dapat dioperasikan dan harus diderek ke bengkel resmi Toyota.

Korban, Rosid menjelaskan bahwa dirinya bermaksud mengisi bahan bakar jenis Pertamax Green untuk mobil Toyota hybrid bernomor polisi B 124 SID. Saat tiba di SPBU, ia melakukan pembayaran secara transfer karena tidak membawa uang tunai.

Namun, setelah proses pengisian selesai, Rosid mengetahui bahwa kendaraan justru diisi solar jenis Dex. Tak lama kemudian, mobil mengalami gangguan dan tidak dapat dinyalakan.

“Saya langsung menghubungi pihak dealer Toyota. Saya diarahkan agar mesin tidak dihidupkan lagi dan kendaraan segera dibawa ke bengkel resmi karena salah pengisian bahan bakar,” ujar Rosid kepada wartawan di lokasi.

Rosid mengaku mengalami kerugian, baik secara materiil maupun immateriil. Selain kendaraan tidak dapat digunakan, sejumlah agenda pertemuan dengan klien terpaksa dibatalkan karena mobil mogok.

Menurutnya, kesalahan tersebut menunjukkan lemahnya ketelitian dan profesionalisme petugas SPBU dalam melayani konsumen.

“Saya berharap pihak SPBU bertanggung jawab penuh atas kerugian yang saya alami,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan operator yang melakukan pengisian diduga merupakan karyawan baru yang belum lama bertugas. Seorang karyawan SPBU yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa insiden serupa pernah terjadi sebelumnya.

“Memang operator yang bersangkutan baru bekerja beberapa bulan. Sebelumnya juga pernah ada kejadian salah pengisian BBM,” ujarnya.

Sementara itu, Pengawas SPBU Bugel berkode 34.157.04, Firman, membenarkan adanya kesalahan pengisian bahan bakar yang dilakukan operator. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen dan mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan tanggung jawab pihak SPBU.

“Kami meminta maaf kepada konsumen. Ini murni kelalaian operator kami dan menjadi tanggung jawab SPBU. Operator akan segera kami panggil untuk dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Aripin.

Sebagai bentuk tanggung jawab awal, pihak SPBU memfasilitasi penderekan kendaraan milik Rosid ke dealer resmi Toyota Cikupa untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis, penyelesaian ganti rugi antara pihak SPBU dan konsumen masih dalam proses. Pengawas SPBU lainnya, Aan, menyatakan persoalan tersebut akan segera dilaporkan kepada manajemen untuk mendapatkan keputusan terkait bentuk pertanggungjawaban kepada konsumen.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dalam proses pengisian bahan bakar di SPBU. Kesalahan pengisian BBM, khususnya pada kendaraan berbasis teknologi hybrid maupun diesel, berpotensi menimbulkan kerusakan mesin serta kerugian yang tidak sedikit bagi konsumen.

  • Bagikan
Exit mobile version