TANGERANG – Prostitusi seolah menjadi momok yang sulit diberantas di Apartemen Ecco Home, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Padahal, prostitusi di tempat itu pernah dibongkar polisi pada 9 September 2020 lalu. Namun bisnis ilegal ini tetap saja langgeng.
Dalam penggerebekan 4 tahun lalu itu, polisi menjaring 11 orang yang delapan diantaranya wanita Pekerja Sex Komersial (PSK) dan tiga pria yang diduga mucikari. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp1.050.000, tiga pak tisu magic, dan alat kontrasepsi bekas pakai.
Prostitusi di Apartemen Ecco Home diduga terjadi karena banyak unit apartemen yang disewakan secara harian hingga per tiga jam.
Berdasarkan pengakuan seorang broker yang ditemui Jurnalnews, harga penyewaan unit sekitar Rp 250 ribu hingga 300 ribu per hari. Dan Rp 150 ribu untuk per tiga jam.
Pada umumnya para broker mengetahui jika unit yang disewa itu digunakan untuk bisnis seks. Namun, broker mengaku tidak terlibat langsung dalam bisnis haram tersebut.
“Setiap tower ada broker, tapi untuk jumlahnya enggak tahu. Satu broker ada yang mengelola 5 sampai belasan unit,” kata broker yang tidak mau disebutkan jati dirinya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, diyakini prostitusi masih tetap marak di Apartemen Ecco Home meski tempat itu pernah digerebek polisi. Bahkan, diduga ada sejumlah oknum yang terlibat membekingi bisnis esek-esek tersebut.
Untuk membuktikan dugaan itu, Jurnalnews menelusuri bagaimana bisnis haram itu bisa berjalan di Apartemen Ecco Home. Agar dapat memesan perempuan penghibur, komunikasi dilakukan melalui sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengobrol dan berteman. Aplikasi ini juga menyediakan fitur-fitur lain seperti mengirim pesan instan dan media lainnya.
Melalui Aplikasi tersebut, pengguna dapat mendeteksi akun-akun aplikasi lain yang berada sekitar tempat itu. Dari salah satu fitur aplikasi itu, ditemukan akun-akun dengan foto profil perempuan berpakaian minim. Di samping kolom nama penggunanya, terdapat status yang mayoritas bertuliskan “open BO”. Istilah itu untuk menunjukkan wanita penghibur dalam status booking online atau booking order yang dapat dipesan secara daring.
Kemudian Jurnalnews, menghubungi salah satu wanita berinisial AL. Pemilik akun merespons dan memberi tahu lokasinya berada di Apartemen Ecco Home Citra Raya. Ia menawarkan tarif Rp 500 ribu untuk sekali main.
“Kalau untuk short time 3 jam, Rp 500 ribu,” kata AL melalui aplikasi tersebut.
Saat disinggung masalah keamanan, AL menjamin tidak akan ada penggerebekan. Kata dia, Apartemen Ecco Home merupakan lokasi aman dari penggerebekan. “Tenang aja kemanan terjamin, bebas dari penggerebekan,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, Jurnalnews masih berupaya mendapat konfirmasi dari pengelola Apartemen Ecco Home maupun dari instansi terkait di Kecamatan Panongan dan Pemkab Tangerang terkait maraknya prostitusi tersebut.
