Pedagang Pasar Kemis Tolak Wacana Relokasi

  • Bagikan

TANGERANG, (JN) – Para pedang di Pasar Kemis Kotabumi, Kabupaten Tangerang, menolak direlokasi. Mereka menolak wacana relokasi karena keberatan dengan tingginya harga kios di pasar yang baru.

“Kami menolak untuk direlokasi karena tanpa ada urung rembuk dan sosialisasi. Ini keputusan sepihak dan dipungut biaya yang tinggi,” ungkap Fatimah salah satu pedagang kepada kepada wartawan, Senin (27/2/2023).

Ia menyebutkan, pertama para pedagang harus membayar uang pendaftaran sebesar Rp2 juta, untuk mendapatkan kios atau los yang baru.

Lalu, setelah mendaftar pedagang harus membayar harga kios Rp120 juta dan los Rp65-73 juta kepada Perumda Kerta Tirta Raharja dan PT Sarana Niaga Nusantara.

“Sebelum menempati kios di pasar yang baru, kami akan ditempatkan dipasar penampungan sementara. Dimana pasar penampungam itupun tidak diberitahu lokasinya,” terangnya.

Padahal, lanjut Fatimah, para pedagang memiliki legalitas atas kios dan los Pasar Kutabumi berupa Sertifikat Hak Guna Pakai yang berlaku hingga 2027 nanti.

“Sejak tahun 2.000, Pasar Kotabumi dikelola oleh KOPPASTAM (Koperasi Pedagang Pasar Taman, Red) berdasarkan keputusan Bupati Tangerang No 511.2/KEP.99-HUK tahun 2002,” paparnya.

Sementara, Vera, pedagang lainnya menambahkan, pihak Perumda Kerta Tirta Raharja dan PT Sarana Niaga Nusantara ini mengintimidasi pedagang dengan cara-cara premanisme.

“Mereka (Perumda Kerta Tirta Raharja, Red) merekrut orang-orang lama, residivis kasus korupsi pembangunan Pasar Kutabumi dahulu,” beber Vera.

Sementara, Dirut Perumda Kerta Tirta Raharja, Finny Dewiyanti membenarkan bila Pasar Kutabumi akan direlokasi dan pendaftaran kios/los Rp2 juta.

“Mengenai merekrut residivis, saya hanya berpegangan pada data dan dokumen,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *