Menu
Jendela Informasi Rakyat

Paripurna KUA-PPAS 2027, Bupati Tangerang Tekankan Pengelolaan Sampah Hingga Antisipasi Dampak El Nino

  • Bagikan
src="https://farm3.staticflickr.com/2865/9425612899_a28c5f97c6_o.jpg" alt="banner 468x60" title="banner 468x60" width="468" height="60" loading="lazy" />

TANGERANG, (JN) – Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama DPRD mulai membahas arah kebijakan pembangunan dan anggaran tahun 2027 melalui Rapat Paripurna Penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Dalam forum tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan komitmen pemerintah memperkuat tata kelola persampahan sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino.

DPRD Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Paripurna Penyampaian KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Senin (20/7/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud didampingi Wakil Ketua DPRD Astayudin. Hadir dalam rapat tersebut Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan pembahasan KUA-PPAS menjadi tahapan awal penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2027 yang akan dibahas bersama DPRD sebagai mitra penyelenggara pemerintahan daerah.

“Pembahasan KUA-PPAS ini merupakan tindak lanjut dalam penyusunan RAPBD Tahun 2027 yang akan dibahas bersama DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah untuk mendukung pelaksanaan pembangunan,” ujar Maesyal.

Selain pembahasan anggaran, Bupati juga menyoroti pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, pemerintah daerah terus mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) agar volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin dapat dikurangi.

Ia menjelaskan, sampah akan dipilah terlebih dahulu sehingga sebagian dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti pupuk kompos, maggot, hingga bahan baku batako.

“Melalui TPS3R, sampah tidak seluruhnya dibuang ke TPA. Ada yang bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sehingga sekaligus mengurangi beban lingkungan,” katanya.

Bupati juga memastikan pemerintah daerah telah menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk mengantisipasi dampak El Nino, khususnya di wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.

Sebagai langkah jangka pendek, distribusi bantuan air bersih telah dilakukan di sejumlah kecamatan, di antaranya Tigaraksa dan Cikupa. Sementara untuk solusi jangka panjang, Pemkab Tangerang akan membangun Sarana Air Bersih (SAB) serta tandon multiguna yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud menyoroti pemanfaatan bantuan sarana pengangkutan sampah berupa gerobak motor (Viar) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta gerobak sampah dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD).

Amud meminta pemerintah desa dan kelurahan penerima bantuan segera melengkapi sarana pendukung serta menyiapkan petugas agar kendaraan operasional tersebut dapat langsung dimanfaatkan.

“Program pengurangan sampah di lingkungan harus segera berjalan. Jangan sampai bantuan gerobak motor maupun gerobak sampah yang sudah diberikan justru tidak dimanfaatkan,” tegas Amud.

Penulis: EDI
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *