TANGERANG, (JN) — Pemerintah Kabupaten Tangerang memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar sebagai langkah antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kebijakan tersebut diberlakukan demi menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik di Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, keputusan terkait perpanjangan PJJ akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi erupsi dan dampak debu vulkanik. Hal itu disampaikan Maesyal Rasyid seusai menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (9/9/2026).
Rapat tersebut membahas penyampaian penjelasan Bupati Tangerang terhadap nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2027.
Menurut Maesyal, pelaksanaan PJJ menjadi pilihan pemerintah untuk mengutamakan keselamatan pelajar di tengah kondisi yang belum sepenuhnya kondusif.
“Perpanjangan PJJ kita lihat kondisinya. Karena erupsi masih berlangsung, kita lihat sampai pukul 00.00,” ujar Maesyal.
Ia menegaskan, pemerintah akan kembali menentukan kebijakan pembelajaran setelah melihat perkembangan situasi terbaru.
“Artinya, kita tunggu besok keputusan perpanjangan PJJ-nya,” katanya.
Maesyal menambahkan, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil kebijakan tersebut.
Menurutnya, proses pembelajaran masih dapat dilanjutkan pada hari berikutnya. Namun, kesehatan peserta didik dan masyarakat harus menjadi prioritas.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Proses pembelajaran masih bisa dilanjutkan di hari yang lain. Tetapi kalau menyangkut kesehatan kita semua, termasuk pemerintah, kita lebih baik menjaga daripada mengobati,” tegasnya.
Dengan demikian, pelaksanaan PJJ masih diberlakukan sambil menunggu evaluasi kondisi terbaru.
Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan kebijakan pembelajaran akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan mempertimbangkan aspek keselamatan seluruh pelajar.
