TANGERANG – Saat ini, tidak banyak orang yang sudah memiliki pekerjaan tetap dan mengenal kehidupan moderen, memilih hidup sebagai petani. Terlebih, warga yang tinggal di perkotaan.
Namun itu tak berlaku bagi Zemali, pria asal Kampung Pengkolan, Desa Sukanegara, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Ia sehari-hari bekerja di Rumah Sakit (RS) Permata Hati di wilayah Cikupa.
Zemali lulus D III Keperawatan di Akkes Swakarsa tahun 2012 silam. Lalu melanjutkan S1 Keperawatan dan lulus tahun 2017. Kemudian bekerja di RS Permata Hati sejak 2018 hingga sekarang.
Kisahnya menjadi petani milenial yang sukses menggarap lahan seluas 4000 meter tentu menjadi inspirasi bagi anak muda lainya. Ia berhasil mengembangkan komoditas pertanian jenis tanaman hortikultura seperti Melon dan Jagung.
Zemali mengaku tak asal-asalan dalam melakoni usahanya. Sebab, ia ingin membuktikan bahwa potensi usaha pertanian juga bisa menghasilkan omzet jauh diatas pegawai.
“Alhamdulillah tanaman saya tumbuh subur dan sudah panen berkali-kali. Saya ingin membuktikan bahwa bertani juga bisa menghasilkan omzet yang tidak kalah dari usaha lain. Semoga ini juga menjadi edukasi bagi generasi muda agar tidak canggung melakoni usaha tani,” ujarnya.
Zemali menceritakan, saat awal dirinya bertani, banyak orang yang meragukan kemampuan nya. Namun, hal itu tidak ia hiraukan dan terus bekerja keras.
“Awalnya banyak orang meragukan, tetapi saya yakin jika usaha itu tidak akan mengkhianati hasil,” katanya.
Tekad kuat dan kerja keras Zemali akhirnya membuahkan hasil. Ia mampu mewujudkan keinginannya, memanen hasil pertanian yang unggul dan memuaskan.
Keberhasilan Zemali menggarap lahan tidur seluas 4000 meter persegi tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah.
“Alhamdulillah, hari ini bersama-sama kita panen buah melon bersama petani Kabupaten Tangerang. Ini menjadikan tonggak kemajuan sektor pertanian,” kata Intan saat melakukan panen hortikultura buah melon milik Zemali di Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Rabu (05/03/2025).
Menurut Intan, panen buah melon ini selain menguatkan sektor ketahanan pangan dari sektor pertanian, juga meningkatkan nilai perekonomian warga Desa Kaliasin. Hal ini dapat dilihat dari kualitas melon yang dihasilkan oleh kelompok tani.
“Buah melonnya bagus dan ukurannya besar-besar, selain dijual di pasar, banyak juga masyarakat sekitar sini datang untuk beli langsung,” ujarnya.












