TANGERANG, (JN) — Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi melepas 393 jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Tangerang, Sabtu (25/4). Prosesi pelepasan menandai dimulainya rangkaian keberangkatan calon tamu Allah dari daerah tersebut menuju Tanah Suci.
Moch Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan siap menunaikan rukun Islam kelima. Ia menyebut kloter pertama ini merupakan bagian dari total 2.090 calon jemaah haji asal Kabupaten Tangerang yang terbagi dalam tujuh kloter keberangkatan.
“Ini kloter pertama untuk Kabupaten Tangerang, dan seluruh jemaah insyaallah dalam kondisi sehat. Kita doakan seluruh proses ibadah di Tanah Suci berjalan lancar dan seluruh jemaah kembali dengan predikat haji mabrur dan mabruroh,” ujar Maesyal.
Setelah dilepas, para jemaah dijadwalkan menuju Embarkasi Cipondoh untuk registrasi dan beristirahat, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Arab Saudi.
Pada musim haji tahun ini, Pemkab Tangerang juga meningkatkan dukungan finansial bagi jemaah. Jika tahun 2025 bantuan uang saku diberikan sebesar Rp500 ribu per orang, maka tahun ini naik menjadi Rp750 ribu per jemaah.
Menurut Maesyal, kenaikan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah untuk membantu kebutuhan jemaah selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
“Walaupun nilainya mungkin tidak seberapa, ini bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada para jemaah agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan selama di sana,” katanya.
Selain bantuan uang saku yang bersumber dari APBD melalui pos hibah untuk Kementerian Agama Republik Indonesia, Pemkab Tangerang juga menyediakan fasilitas transportasi berupa bus antar-jemput menuju embarkasi saat keberangkatan hingga penjemputan saat jemaah kembali ke tanah air.
Maesyal menegaskan pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan kenyamanan agar jemaah dapat beribadah dengan tenang sejak berangkat hingga pulang.
Ia juga menitipkan doa kepada para jemaah agar turut mendoakan Kabupaten Tangerang tetap aman, maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementeiran Haji Kabupaten Tangerang Abdullah Hasyim, mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, suhu di Makkah saat ini mencapai 37 derajat Celsius dan pada puncaknya dapat meningkat hingga 40 sampai 45 derajat Celsius.
Ia juga menyebutkan jemaah termuda tahun ini berusia 17 tahun berasal dari Pakuhaji, sedangkan jemaah tertua berusia 88 tahun.
Hasyim mengimbau seluruh jemaah untuk banyak minum air putih, mengonsumsi buah, serta menjaga stamina karena kondisi fisik sangat dibutuhkan, terutama saat menjalani puncak ibadah haji di Padang Arafah.
Menanggapi situasi eskalasi konflik di Timur Tengah, Hasyim memastikan hingga saat ini proses keberangkatan dan pelaksanaan ibadah jemaah haji tidak terganggu.
“Alhamdulillah, jemaah tidak terganggu,” tutup Hasyim.
