TANGERANG – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) Kabupaten Tangerang, Finny Widiyanti enggan berkomentar dan memilih diam saat dimintai tanggapan soal kinerjanya yang dikritisi Komisi 3 DPRD Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu.
Bahkan, pertanyaan wartawan yang dikirim melalui pesan WhatsApp sama sekali tidak direspon Dirut Perusahaan plat merah tersebut.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Tangerang Sri Panggung Lestari meminta jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) Kabupaten Tangerang lebih bekerja keras untuk memajukan perusahaan BUMD tersebut. Terlebih pada tahun 2024 pendapatan Perumda NKR terbilang kecil.
“Jajaran Perumda Pasar NKR harus lebih produktif lagi dari segi kinerja. Harus mau kerja keras untuk meningkatkan pendapatan pasar ,” kata Sri Panggung, Jumat (25/4/2025).
Menurut Sri Panggung, bila melihat potensi pasar di Kabupaten Tangerang, sepertinya tidak realistis jika perusahaan milik pemerintah daerah tersebut hanya menyumbangkan PAD-nya ke Kabupaten Tangerang sekitar Rp400 juta lebih pertahun.
“Dari 20 pasar yang dikelola oleh PD Pasar NKR, semestinya Perumda ini bisa menyumbangkan PAD lebih besar lagi,” ujarnya.












