Menu
Jendela Informasi Rakyat

Kadindik Dadan Gandana Apresiasi Inovasi Pendidikan di Momen HUT ke-393 Kabupaten Tangerang

  • Bagikan
src="https://farm3.staticflickr.com/2865/9425612899_a28c5f97c6_o.jpg" alt="banner 468x60" title="banner 468x60" width="468" height="60" loading="lazy" />

TANGERANG, (JN) – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang terus menghadirkan berbagai inovasi di bidang pendidikan. Hal itu disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-393 Kabupaten Tangerang.

“Atas nama Dinas Pendidikan, saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah melahirkan berbagai inovasi di sektor pendidikan. Salah satunya melalui program jemputan sekolah gratis dan sekolah swasta gratis yang sangat membantu masyarakat,” ujar Dadan Gandana.

Dadan menjelaskan, untuk mendukung program jemputan sekolah gratis, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) akan memperluas layanan transportasi pelajar ke beberapa wilayah. “Ke depan, jalur jemputan sekolah gratis akan ditambah di enam kecamatan, di antaranya Kecamatan Cikupa, Tigaraksa, hingga Solear, dan secara bertahap akan menjangkau kecamatan lainnya,” jelasnya.

Selain program layanan transportasi, Dinas Pendidikan juga terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Berbagai renovasi sekolah dasar dan menengah pertama telah dilakukan, disertai dengan pembangunan sekolah-sekolah baru guna meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.

Mengusung tema ‘Tangerang Bersyukur, Berkarya, dan Berdaya’, Dadan berharap sektor pendidikan di Kabupaten Tangerang semakin maju dan gemilang.

“Semoga Kabupaten Tangerang terus sukses di bawah kepemimpinan Bupati Moch Maesal Rasyid saat ini, dan dunia pendidikan semakin berkembang,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran pegawai Dinas Pendidikan turut memeriahkan peringatan HUT ke-393 Kabupaten Tangerang dengan mengenakan busana adat Nusantara.

“Seluruh pegawai Dindik memakai pakaian adat, ada yang dari suku Baduy, Jawa Barat, Padang, dan saya sendiri mengenakan pakaian adat Palembang. Ini sesuai arahan pimpinan sekaligus menjadi bentuk inovasi dan penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia,” ungkap Dadan Gandana.

Penulis: Edi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *