Menu
Jendela Informasi Rakyat

Kades Bojongloa Klarifikasi Pegawainya Main Gapleh Saat Piket: “Bukan Judi, Hanya Mengisi Kekosongan Waktu”

  • Bagikan
src="https://farm3.staticflickr.com/2865/9425612899_a28c5f97c6_o.jpg" alt="banner 468x60" title="banner 468x60" width="468" height="60" loading="lazy" />

TANGERANG, (JN) — Kepala Desa Bojongloa, Jusepta, memberikan klarifikasi terkait viralnya pemberitaan mengenai empat perangkat desa yang tertangkap kamera sedang bermain kartu gapleh di kantor desa. Ia membenarkan kejadian tersebut, namun menegaskan bahwa aktivitas itu terjadi pada hari Sabtu saat jadwal piket dan bukan merupakan tindakan perjudian.

Kejadian itu bermula dari informasi salah satu rekan media yang menunjukkan pegawai desa bermain gapleh saat hari libur. Menurut Jusepta, hari Sabtu dan Minggu merupakan hari piket bagi sebagian pegawai desa Bojongloa, guna mengantisipasi kebutuhan mendesak warga, seperti keperluan layanan ambulans atau pemberkasan darurat.

“Saya sudah menanyakan langsung kepada mereka. Mereka akui bermain gapleh karena suasana sepi dan untuk mengisi waktu selama piket. Tidak ada unsur judi karena tidak memakai uang, hanya iseng dan RT-an saja. CCTV di kantor bisa dicek kalau memang perlu pembuktian,” ujar Jusepta saat diwawancarai di Kantor Desa Bojongloa, Senin (14/7/2025).

Ia juga menegaskan, semua konsumsi seperti kopi, makanan, dan rokok yang dikonsumsi pegawai saat itu dibeli menggunakan uang pribadi, bukan dana kas desa atau dana masyarakat.

Meski demikian, Jusepta mengapresiasi peran media dalam menyampaikan informasi dan kritik sosial. Ia mengaku terbuka terhadap masukan dan sudah memberikan teguran kepada para pegawai agar lebih menjaga etika selama menjalankan tugas, termasuk saat piket di luar jam kerja.

“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media atas perhatian dan kontrol sosialnya. Ini menjadi bahan evaluasi kami. Kami sudah mengingatkan para pegawai agar ke depan tidak lagi bermain kartu atau kegiatan serupa di lingkungan kantor demi menjaga nama baik desa dan pemerintahan,” tegasnya.

Jusepta juga menyesalkan adanya pemberitaan yang dinilai berlebihan dan menyudutkan perangkat desa dengan narasi yang menyangkut moral dan penggunaan uang rakyat.

“Kami tahu batasan, dan tidak ada unsur judi ataupun penyalahgunaan uang masyarakat dalam kejadian ini. Yang mereka lakukan hanya sebatas mengisi waktu sambil berjaga,” pungkasnya.

Penulis: Wargono
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *