Menu
Jendela Informasi Rakyat

Ingin Memajukan Panongan, OKP dan Ormas Kecewa Tak Dilibatkan dalam Kegiatan Tasyakuran Pelantikan Bupati

  • Bagikan
Oplus_131072
src="https://farm3.staticflickr.com/2865/9425612899_a28c5f97c6_o.jpg" alt="banner 468x60" title="banner 468x60" width="468" height="60" loading="lazy" />

TANGERANG – Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) serta Ormas sangat kecewa dan geram terhadap pihak pimpinan Kecamatan Panongan.

Kekecewaan tersebut muncul lantaran OKP dan Ormas yang ada di Panongan tidak dilibatkan dalam acara tasyakuran dan doa bersama pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, yang digelar pada Kamis 20 Februari 2025, malam.

Pembina OKP dan Ormas Panongan, Surya SE merasa sangat kecewa dengan sikap pihak Kecamatan Panongan. Ia menilai pihak pimpinan Kecamatan Panongan tidak respek dan minim perhatian terhadap OKP dan Ormas yang ada di wilayah tersebut. Salah satu buktinya, saat menggelar acara tasyakuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, pada Kamis 20 Februari 2025 malam, OKP dan Ormas tidak dilibatkan.

“Jelas kami kecewa, karena tidak ada satupun OKP atau Ormas yang diundang dalam acara tersebut, ini bukti ketidak pedulian pihak kecamatan terhadap organisasi kemasyarakatan dan pemuda yang ada di Panongan,” kata Surya.

Menurut Surya, pihak kecamatan seharusnya melibatkan semua element masyarakat dalam kegiatan tersebut, termasuk OKP dan Ormas. Terlebih, lanjut Surya, selama ini keberadaan OKP dan Ormas di Panongan turut berkontribusi dalam pembangunan wilayah. Maka, seharusnya dilibatkan sebagai mitra pemerintah.

“Keberadaan OKP dan Ormas di Panongan seolah tidak diakui oleh pihak kecamatan. Padahal, kami ingin membangun sinergi dengan pimpinan wilayah guna bersama-sama memajukan Panongan, bukan ingin meminta sesuatu,” imbuhnya.

Surya menegaskan, tidak dilibatkannya OKP dan Ormas dalam acara tersebut dianggap sebagai bentuk kurangnya itikad baik pimpinan kecamatan  dalam membangun Panongan.

“Bagaimana mau membangun Panongan, kalau berkolaborasi dengan masyarakat saja susah. Bahkan keberadaan kami saja seolah tidak diakui,” tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *