Jendela Informasi Rakyat

DPRD Tangerang Telusuri Penyebab Ambruknya Atap SDN Kedung Dalam 2

  • Bagikan
Oplus_131072

TANGERANG – DPRD Kabupaten Tangerang akan menelusuri penyebab ambruknya atap ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedung Dalam 2, di Kecamatan Mauk yang mengakibatkan 11 murid mengalami luka-luka.

Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Tangerang Ustur Ubadi mengatakan bahwa pihaknya akan turun ke lapangan untuk memastikan penyebab ambruknya SDN tersebut, apakah akibat bangunan yang sudah tua dan tidak layak, atau justru karena kesalahan konstruksi.

“Kami telah menerima informasi terkait kejadian tersebut. Dalam waktu dekat kami akan meninjau lokasi untuk mengecek penyebab ambruknya atap SDN itu,” kata Ustur kepada wartawan, Rabu (13/8/2025).

Menurut Ustur, sebelum meninjau lokasi pihaknya akan terlebih dahulu memanggil Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang untuk klarifikasi ikhwal insiden yang mengatakan sejumlah siswa mengalami luka-luka tersebut.

“Sebelum meninjau lokasi, kami akan meminta penjelasan resmi dari Dindik Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang yang membidangi pendidikan, Cahyo Sudjana Ubay, meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Dindik, menjadikan insiden ini sebagai evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang.

“Untuk keterangan lebih rinci akan kami sampaikan setelah meninjau lokasi. Yang pasti, kasus ini akan kami tindak lanjuti,” kata legislator Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Diketahui, atap kelas lima dan enam SDN Kedung Dalam 2, Mauk ambruk, Rabu (13/8) pukul 09.30 WIB. Akibatnya, 11 siswa mengalami luka-luka.

Dua siswa luka berat dan 9 luka ringan. Mereka langsung dievakuasi ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Pemkab Tangerang gerak cepat. Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menjenguk dua anak luka berat dan ringan di RS Sari Asih Sanghyang, Kota Tangerang.

Usai memastikan korban dalam perawatan, Maesyal cek lokasi ambruknya SDN Kedung Dalam 2, Kecamatan Mauk.

Kata Maesyal, setelah melihat kondisi SDN Kedaung Dalam 2, tidak hanya kelas 5 dan 6 yang harus diperbaiki. Namun, kelas 3 dan 4 juga harus direhabilitasi.

Ia mengaku akan membangun kembali ruang kelas yang ambruk menggunakan dana program dana sosial dari perusahaan atau CSR.

Maesyal mengungkapkan bahwa perbaikan sekolah tersebut sebenarnya sudah masuk dalam anggaran perawatan bangunan pada Oktober 2025.

“Perbaikan tidak hanya untuk tiga ruang kelas yang atapnya ambruk hari ini, tetapi juga untuk bagian lain yang memerlukan pembenahan. Semuanya akan kita perbaiki,” ungkapnya.

  • Bagikan
Exit mobile version