Menu
Jendela Informasi Rakyat

DPP KNPI dan PAMDI Kolaborasi Dukung Dangdut Agar Diakui UNESCO

  • Bagikan
src="https://farm3.staticflickr.com/2865/9425612899_a28c5f97c6_o.jpg" alt="banner 468x60" title="banner 468x60" width="468" height="60" loading="lazy" />

DEPOK – Ketua Umum DPP KNPI Ali Hanafiah menyatakan pihaknya mendukung musik dangdut masuk dalam daftar warisan budaya tak benda asli Indonesia yang diakui oleh UNESCO.

Hal itu disampaikan Ali Hanafiah dalam acara silaturahmi antara pengurus DPP KNPI bersama Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) yang diketuai oleh Haji Rhoma Irama.

“Kita, anak-anak muda, patut berbangga dengan Raja Dangdut Indonesia. Beliau tidak hanya legenda dalam musik, tetapi juga sosok inspiratif yang melalui lagu-lagunya terus mengingatkan kita untuk menjaga akhlak dan moral bangsa. Kami akan mendorong dan membangun dukungan agar dangdut masuk dalam daftar warisan budaya tak benda asli Indonesia yang diakui oleh UNESCO,” kata Ali Hanafiah.

Menurut Ali, DPP KNPI dan PAMDI sepakat untuk terus menjalin sinergi guna memperkuat posisi dangdut sebagai identitas budaya nasional yang diakui dunia.

Lanjut Ali, dalam pertemuan tersebut, KNPI dan PAMDI juga membahas rencana konser kepemudaan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) KNPI 2025. Konser ini akan digelar pada Juli 2025 di lima kota besar di Indonesia. Rencana lebih lanjut mengenai penyelenggaraan acara ini akan dibahas secara intensif antara pengurus PAMDI dan DPP KNPI.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi semangat bagi pemuda Indonesia untuk mencintai budaya bangsanya sendiri. Dangdut adalah aset budaya yang harus kita lestarikan,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *