TANGERANG, (JN) – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, menggelar sosialisasi pemberdayaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap para kader posyandu dari tujuh desa lokus stunting. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Kwarcab Pramuka Kabupaten Tangerang, Kitri Bhakti Curug, Rabu (08/05/24).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis mengatakan, kegiatan ini digelar bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan yang lebih mendalam kepada kader Posyandu dalam upaya penanggulangan stunting dan peningkatan PHBS di masyarakat.
“Para kader Posyandu harus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya mencegah stunting,” kata Ahmad Muchlis.
Ia menyebutkan, dalam kegiatan ini para kader Posyandu di 7 desa/kelurahan lokus stunting itu, diberikan pembekalan penguatan-penguatan, misalnya cara mengukur dan menimbang balita dengan baik dan benar dengan alat standar, dan mengenai catatan dan pelaporan.
“Kemudian terkait dengan tata laksana, misalnya jika ada balita yang berat badannya tidak naik dalam beberapa bulan untuk segera dirujuk ke Puskesmas. Kami juga telah menempatkan dokter spesialis anak disejumlah Puskesmas,” tutur Muchlis.
Muchlis juga berharap, posyandu dapat dijadikan tempat pemantauan perkembangan bayi dan balita serta memberikan pemahaman pentingnya PHBS bagi masyarakat.
“Posyandu dapat menjadi tempat memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita, dan kadernya memberikan pemahaman pentingnya PHBS secara menyeluruh,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi pemberdayaan PHBS ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch Maesal Rasyid. Adapun peserta yang ikut dalam kegiatan ini yakni 44 Kepala Puskesmas, para Kades/Lurah, Ketua TP PKK, dan sekitar 250 kader Posyandu dari tujuh desa lokus stunting di Kabupaten Tangerang.
