TANGERANG – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang yang dilakukan setiap tahun dengan tujuan membahas dan menyepakati hasil-hasil musrenbang dari tingkat desa/kelurahan yang akan menjadi prioritas kegiatan pembangunan di wilayah tersebut dianggap tidak berguna oleh Kepala Desa (Kades) Peusar, Dede Nurhadi.
Pernyataan pedas tersebut dilontarkan Dede Nurhadi saat mengikuti Musrenbang Kecamatan Panongan yang digelar di aula Kantor kecamatan setempat, Rabu (22/1/2025).
Ketua Apdesi Kecamatan Panongan ini mengaku kecewa lantaran hampir semua usulan pembangunan hasil Musrenbang tingkat Desa Peusar yang diajukan dalam Musrenbang tingkat kecamatan selalu diabaikan oleh pemerintah setempat. Lantas Ia pun mempertanyakan tujuan pelaksanaan Musrenbang yang rutin digelar setiap tahun tersebut.
“Bagaimana tidak kecewa, sudah 3 bahkan ada yang sampai 4 tahun usulan pembangunan warga Desa Peusar hingga kini belum terealisasi. Percuma ada Musrenbang, guna Musrenbang ini apa, hanya terkesan sebagai ajang seremonial saja” ungkap Dede.
Dede menjelaskan, ada lima usulan pembangunan prioritas hasil Musrenbang tingkat Desa Peusar yang belum terwujud. Meski sudah berulang kali diajukan dalam setiap kegiatan rutin tahunan Musrenbang tingkat Kecamatan Panongan, namun tetap saja tidak membuahkan hasil.
“Salah satu usulan prioritas itu diantaranya pembanguan jalan di RT 06/ RW 03, Kampung Sempur, Desa Peusar. Ini sudah diusulkan sejak 2022 namun hingga kini belum terwujud,” ujarnya.
Menurut Dede, jalan ini merupakan akses penghubung antara Desa Peusar, Kecamatan Panongan dengan Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa. Namun sejak 2022 jalan ini tidak bisa dilintasi warga, sebab terputus akibat longsor.
Dede mengaku kekesalannya itu memuncak ketika ia mendapat informasi bahwa jalan tersebut tak kunjung dibangun, alasannya karena di wilayah tersebut tidak ada penduduk.
“Alasannya aneh, sudah jelas saat bencana longsor pada 2022 lalu ada enam unit rumah warga mengalami kerusakan berat, apa itu bukan penduduk. Padahal, jika jalan tersebut dibangun tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat banyak, karena jalan ini merupakan akses penghubung dua desa beda kecamatan,” paparnya.
Kekesalan yang disampaikan Dede menjadi pusat perhatian para peserta yang hadir dalam Musrenbang tersebut. Hadir dalam kegiatan ini unsur Forkopimcam Kecamatan Panongan, perwakilan Pemkab Tangerang, sejumlah anggota DPRD Kabuy Tangerang, OKP, Ormas, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
