TANGERANG, (JN) — Seorang warga Desa Kosambi, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Sumiyati (46), mengaku menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Libya, Afrika Utara.
Dalam video berdurasi sekitar dua menit yang diterima media, Sumiyati menceritakan kondisi yang dialaminya selama empat bulan bekerja sebagai tenaga kerja wanita di Libya.
Ia mengaku tidak pernah menerima upah selama bekerja. Padahal, sebelumnya ia dijanjikan memperoleh gaji sebesar 350 dolar Amerika Serikat.
Sumiyati juga mengaku paspor dan gajinya diserahkan kepada agen. Ia bahkan menyebut mendapat ancaman dari majikannya selama bekerja.
“Saya sudah empat kali pindah majikan, tidak digaji. Saya juga diancam akan dikembalikan ke majikan kalau kerjanya tidak bersih,” ujarnya dalam video.
Dalam kondisi tertekan, Sumiyati kemudian meminta bantuan pemerintah agar dapat segera dipulangkan ke Indonesia.
Ia berharap permohonannya mendapat perhatian Bupati Tangerang dan Gubernur Banten, serta pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri.
“Saya tertekan di sini, Pak. Saya cuma minta dipulangkan ke Indonesia,” katanya.
Kepala Desa Kosambi, Dede membenarkan bahwa perempuan dalam video tersebut merupakan warganya yang saat ini bekerja di Libya.
Dede mengatakan, pihak desa telah mendampingi keluarga Sumiyati melapor ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang.
Laporan tersebut, kata dia, dituangkan dalam berita acara klarifikasi untuk selanjutnya ditindaklanjuti kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
“Tadi keluarganya sudah saya dampingi ke Disnaker dan dibuatkan berita acara klarifikasi untuk bisa disampaikan ke Kemenlu,” ujar Dede, Senin (10/8/2026).
Dede berharap laporan tersebut segera mendapat respons pemerintah, khususnya melalui perwakilan Republik Indonesia di Libya.
Menurutnya, keluarga Sumiyati kini masih menunggu perkembangan dari pemerintah pusat terkait upaya pemulangan.
“Sudah bertemu dengan Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker. Kita tinggal menunggu informasi dari Kemenlu RI. Mudah-mudahan tidak lama lagi,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut dugaan eksploitasi pekerja migran Indonesia. Penanganan lebih lanjut diharapkan dapat memastikan keselamatan Sumiyati sekaligus mengungkap proses keberangkatannya hingga berada di Libya.













