Oleh : Eko Sumartono
EDUKASI, – Inovasi produk lokal sebuah desa seringkali memerlukan dukungan eksternal yang komprehensif untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. Dari kisah Desa Belitar Seberang, sebuah komunitas.
Dengan jumlah penduduk yang terbatas namun luas wilayah yang cukup besar, terungkap bahwa pengembangan produk lokal tidak hanya memerlukan investasi modal yang signifikan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan yang tepat.
Melalui dana hibah yang diterima dari pihak eksternal seperti yang dialami oleh Kelompok Tani Aren di desa tersebut, bimbingan teknis dan manajerial dari pihak berpengalaman sangat diperlukan agar masyarakat desa diharapkan dapat mengoptimalkan potensi mereka dalam mengembangkan produk lokal yang berkelanjutan dan menguntungkan.
Universitas Dehasen Bengkulu mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Belitar Seberang melalui inovasi produk lokal dengan mengubah gula merah menjadi gula semut aren melalui pelatihan dan pendampingan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan mengembangkan produk lokal yang berkelanjutan dan bernilai ekonomis tinggi.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan, inisiatif ini juga mempromosikan Desa Belitar Seberang sebagai destinasi wisata dengan produk-produk berkualitas tinggi.
Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana pelaksanaan program ini dapat mengubah wajah perekonomian desa dan apa saja manfaat yang dirasakan oleh masyarakat?.

Tantangan dan Peluang Pariwisata
Belitar Seberang, sebuah desa dengan luas 625 hektar dan jumlah penduduk 1.010 jiwa, sedang mengalami revitalisasi dalam pengembangan produk lokalnya.
Desa yang terdiri dari tiga dusun ini – Sawentar, Simping, dan Penataran – sangat bergantung pada hasil pertanian dan perkebunan dari lahannya sendiri. Desa ini telah menunjukkan pengelolaan sumber daya alam yang terpuji, mendapatkan tempat di 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada tahun 2021 dan meraih juara kedua dalam kategori toilet umum nasional pada ADWI 2022.
Penghargaan-penghargaan ini telah menarik banyak wisatawan, baik lokal maupun nasional, yang datang untuk menikmati keunikan wisata dan kuliner Belitar Seberang.
Maka tak heran baru-baru ini, Kelompok Tani Aren di desa tersebut berhasil mendapatkan dana hibah sebesar 1 miliar rupiah dari BSI Maslahat.
Desa Belitar Seberang memiliki berbagai tanaman pertanian dan perkebunan, dengan dominasi tanaman enau atau aren (Arenga pinnata) yang diolah masyarakat menjadi gula merah atau gula aren cetak.
Aren (Arenga pinnata) memang merupakan hasil utama Desa Belitar Seberang. Di samping itu masih terdapat hasil pertanian dan perkebunan lainnya yaitu kopi robusta dan Sayuran seperti jagung, tomat, cabai, daun seledri, dan wortel yang umumnya ditanam di sawah dekat pemukiman penduduk.
Masyarakat mengolah aren menjadi gula merah, atau gula aren cetak dan sedikit penduduk desa yang telah mencoba memproduksi gula semut aren.
Aren (Arenga pinnata) memang merupakan hasil utama Desa Belitar Seberang. Di samping itu masih terdapat hasil pertanian dan perkebunan lainnya yaitu kopi robusta dan Sayuran seperti jagung, tomat, cabai, daun seledri, dan wortel yang umumnya ditanam di sawah dekat pemukiman penduduk.
Masyarakat mengolah aren menjadi gula merah, atau gula aren cetak dan sedikit penduduk desa yang telah mencoba memproduksi gula semut aren.
Dengan dana hibah dari BSI Maslahat, Kelompok Tani Aren bertujuan untuk mengembangkan gula semut aren (King Aren) dan mengolahnya menjadi produk beku. Gula semut aren, dalam bentuk bubuk, adalah pemanis alami yang terbuat dari air nira murni, menawarkan rasa dan aroma yang unik dengan manfaat bagi kesehatan.
Produk ini dapat ditambahkan ke dalam kopi, teh, dan minuman lainnya. Bapak Soleh Parulian, ketua Kelompok Tani Aren, mengungkapkan rasa syukur dan optimismenya:
“Kami sangat berterima kasih kepada BSI Maslahat atas bantuannya. Dana ini akan sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas dan variasi produk gula aren kami. Namun kami membutuhkan pendampingan, karena dengan pelatihan dan pendampingan, kami berharap dapat menghasilkan produk yang lebih bernilai dan dapat dipasarkan.”
Dukungan dan Pendampingan
Program pengembangan produk ini dirancang untuk memberikan pelatihan teknologi pengolahan gula aren semut dan sayur-sayuran beku bagi masyarakat desa. Pelatihan ini mencakup proses pengolahan yang baik dan bersih, penggunaan bahan pengemas yang bisa menjamin produk tahan lama dan menarik dilihat, serta mencantumkan informasi yang dibutuhkan konsumen.
Selain itu, masyarakat juga akan dibekali pengetahuan tentang pemasaran melalui e-commerce untuk mempromosikan dan memperluas jangkauan pemasaran produk.
Pelaksanaan program ini melibatkan tim dari Universitas Dehasen Bengkulu yang memberikan pelatihan dan pendampingan langsung kepada masyarakat Desa Belitar Seberang.
Eko Sumartono, peneliti dan pengabdi dari Universitas Dehasen Bengkulu, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa. Andwini Prasetya menjelaskan bahwa pelatihan akan fokus pada pengolahan nira aren menjadi gula semut berkualitas tinggi serta teknik pengemasan modern.
Strategi pemasaran digital juga akan diajarkan untuk membantu masyarakat menjangkau pasar yang lebih luas.
Methatias Ayu Moulina, anggota tim peneliti, menyampaikan harapan bahwa pengembangan ini akan menciptakan produk unggulan dari Desa Belitar Seberang yang dapat bersaing di pasar nasional.
Komitmen tim untuk mendampingi masyarakat dalam proses pengembangan ini terus ditegaskan. Hilda Meysia Arif menambahkan bahwa kerjasama antara Universitas Dehasen Bengkulu dan masyarakat Desa Belitar Seberang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi desa ini.
Produk gula semut aren dan sayuran beku dari desa ini diharapkan menjadi oleh-oleh yang terkenal dan diminati oleh para wisatawan, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Universitas Dehasen Bengkulu akan terus mendukung program ini melalui pelatihan dan pendampingan.
Partisipasi aktif masyarakat dalam program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan Desa Belitar Seberang melalui pengembangan produk lokal yang berkelanjutan dan bernilai jual tinggi. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga pada pengembangan.
Desa Belitar Seberang sebagai destinasi wisata dengan oleh-oleh khas berkualitas tinggi.
Sinergi untuk Kesejahteraan Berkelanjutan
Keberadaan pendampingan sangat penting untuk meningkatkan peluang kesuksesan proyek pengembangan produk lokal di Desa Belitar Seberang. Pendampingan yang efektif dapat membantu meminimalkan risiko, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, serta memberikan dukungan yang diperlukan untuk mengatasi tantangan yang mungkin timbul selama pelaksanaan proyek.
Hal ini membuktikan bahwa upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengembangkan ekonomi lokal membutuhkan kolaborasi yang erat antara berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar komunitas tersebut.
Dengan dukungan Universitas Dehasen Bengkulu dan partisipasi aktif masyarakat, Desa Belitar Seberang diharapkan dapat meraih kesuksesan dalam pengembangan produk lokal yang inovatif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, Desa Belitar Seberang tidak hanya akan dikenal sebagai desa wisata, tetapi juga sebagai contoh nyata keberhasilan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya lokal.
Penulis: adalah aktivis lingkungan












