DEPOK, (JN) — Upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang inovatif dan berkelanjutan terus dikembangkan melalui riset berbasis komunitas.
Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) penelitian Strategi Nasional bertajuk “Smart Eco-Green WasteLine: Sistem Pengelolaan Sampah Cerdas Berbasis Sirkular Ekonomi Komunitas” di Kafe Gemintang, Sabtu (12/9/2026).
FGD tersebut menjadi forum kolaboratif untuk menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Masukan itu diperlukan untuk menyempurnakan model pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Kegiatan dipimpin Ketua Peneliti, Dr. Andi Harmoko Arifin, Forum juga menghadirkan Prof. Dr. Mery Noviyanti, Kepala Pusat Penelitian Keilmuan pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Mery memberikan penguatan mengenai arah penelitian Strategi Nasional. Termasuk luaran, dampak, serta strategi hilirisasi hasil riset berbasis komunitas.
Dari unsur pemerintah daerah, hadir Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni. Ia memaparkan arah kebijakan pengurangan sampah. Selain itu, dibahas pula peluang penerapan model pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Aspek teknologi turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut.
Dr. Ilman Nuran Zaini dari ITB membahas pemanfaatan limbah organik menjadi energi biogas. Sementara Dr. Aldhias Bahatmaka dari UNNES mengulas desain mekanik sistem WasteLine.
Pembahasan mencakup pipa modular, mesin pendukung, hingga rumah pabrikasi komunitas. Konsep tersebut diarahkan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di tingkat masyarakat.
FGD yang dimoderatori Dr. Tasrim, dari Universitas PGRI Yogyakarta itu juga melibatkan unsur RT/RW, dunia usaha dan industri, serta media.
Peserta membahas kesiapan masyarakat dan aspek sosial kelembagaan. Peluang hilirisasi produk ekonomi sirkular juga menjadi perhatian.
Produk yang dibahas antara lain pupuk organik, EcoBoard, dan biogas. Strategi komunikasi publik turut menjadi bagian penting dalam pengembangan model tersebut.
Riset ini menjadi salah satu kontribusi Universitas Terbuka dalam pengembangan keilmuan dan inovasi bidang STEM.
Pendekatan yang digunakan bersifat lintas disiplin. Teknologi, rekayasa, lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat diintegrasikan untuk menjawab persoalan sampah di tingkat komunitas.
Hasil FGD selanjutnya diharapkan menjadi dasar penyempurnaan desain Smart Eco-Green WasteLine.
Selain itu, hasil diskusi akan digunakan untuk menentukan kebutuhan data dan lokasi potensial survei lanjutan.
Riset tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan prototipe, publikasi ilmiah, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta policy brief.
Pada tahap hilirisasi, model tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Manfaat itu mencakup aspek sosial, lingkungan, sekaligus ekonomi.
Dengan pendekatan ekonomi sirkular, sampah tidak semata dipandang sebagai persoalan lingkungan. Sampah juga diarahkan menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi bagi komunitas.
