TANGERANG, (JN) — Kolaborasi antara dunia usaha dan olahraga kembali terjalin kuat di Kabupaten Tangerang. Melalui dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang, gelaran ASSKaT League Season 3 tahun 2025 siap digelar sebagai ajang pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan dan profesional.
Acara pra-kompetisi berupa Technical Meeting, Manager Meeting, dan Drawing telah sukses dilaksanakan di GSG Kecamatan Cikupa, Sabtu (25/10/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus Asosiasi SSB Kabupaten Tangerang (ASSKaT), PSSI Kabupaten Tangerang, BPJS Ketenagakerjaan, serta para manajer dan pelatih dari sekolah-sekolah sepak bola peserta.
Ketua Umum ASSKaT sekaligus Ketua Pelaksana ASSKaT League Season 3, Edih Jayadi (Kang Uj), menyampaikan bahwa kompetisi tahun ini akan mempertandingkan tiga kategori usia, yakni U10, U12, dan U14, dengan total 96 tim peserta.
“Liga ini menjadi bagian dari program jangka panjang pembinaan usia dini. Tahun ini, kami juga telah sukses menggelar Festival ASSKaT U8 yang diikuti 20 SSB di Kecamatan Panongan,” ujar Kang Uj.
Kang Uj menambahkan, dukungan penuh dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan. Pihaknya mengapresiasi Pemkab Tangerang, KONI, Polresta Tangerang, serta BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang yang turut berperan aktif dalam memastikan keberlangsungan liga.
Bendahara Umum PSSI Kabupaten Tangerang, Roni Herman Permana, menilai bahwa keberadaan ASSKaT League bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan jalur pembinaan terarah menuju jenjang yang lebih tinggi.
“Sesuai arahan Bupati Zaki Iskandar, pemain Soeratin dan EPA Persita akan direkrut dari SSB di Kabupaten Tangerang. Karena itu, liga ini penting untuk kesinambungan pembinaan,” tegas Roni.
Dengan demikian, ASSKaT League berperan strategis sebagai wadah pencarian dan pengembangan bibit unggul bagi Persita Tangerang, yang merupakan klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Tangerang.
BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Perlindungan Bagi Atlet Muda
Dukungan BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian penting dari aspek keberlanjutan liga. Melalui kemitraan dengan ASSKaT dan PSSI Kabupaten Tangerang, seluruh atlet peserta didaftarkan ke program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang, Dandi, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama ini.
“Ini bentuk nyata sinergi antara dunia olahraga dan lembaga jaminan sosial. Para atlet muda peserta liga mendapatkan perlindungan selama kegiatan berlangsung. Semoga kerja sama ini terus berlanjut,” ujarnya.
Dengan dukungan lintas sektor antara asosiasi olahraga, pemerintah daerah, dan lembaga jaminan sosial, ASSKaT League Season 3 tidak hanya menjadi ajang kompetisi bergengsi, tetapi juga mencerminkan model kolaborasi bisnis-sosial yang produktif.
Gelaran ini diharapkan mampu melahirkan generasi pesepak bola muda yang berbakat, terlindungi, dan berdaya saing tinggi — fondasi penting bagi masa depan olahraga dan industri sepak bola di Kabupaten Tangerang.












