Menu
Jendela Informasi Rakyat

Bupati Tangerang Tutup Puncak Lomba Lumbung Pangan Masyarakat 2025

  • Bagikan
src="https://farm3.staticflickr.com/2865/9425612899_a28c5f97c6_o.jpg" alt="banner 468x60" title="banner 468x60" width="468" height="60" loading="lazy" />

TANGERANG, (JN) — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, resmi menutup kegiatan Puncak Penghargaan Lomba Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Terbaik Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2025, yang digelar di Joglo Ardes, Tigaraksa, Selasa (14/10/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa keberadaan LPM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa. Selain itu, LPM juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola sumber daya pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Lumbung pangan ini harus menjadi sumber daya yang berputar dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi, sementara masyarakat desa melalui LPM-lah yang menjadi motor penggeraknya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat desa dalam memperkuat ekonomi berbasis pangan. Sebagai contoh, ia menyoroti keberhasilan kelompok tani di Kecamatan Sukamulya yang berhasil meningkatkan pendapatan melalui penanaman jagung hibrida dan jagung burung bernilai jual tinggi.

“Kita ingin masyarakat desa bangga dan tidak perlu ke kota mencari pekerjaan. Semua potensi yang ada di desa harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, H. Saifullah, menyampaikan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang pemenuhannya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, sistem cadangan pangan nasional dibangun melalui tiga pilar utama, yakni Cadangan Pangan Pemerintah (Pusat), Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), dan Cadangan Pangan Masyarakat, yang dikelola melalui kelembagaan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM).

“Kehadiran lumbung di setiap desa sangat penting karena selain menjamin ketersediaan pangan lokal, juga memperkuat kelembagaan masyarakat serta mendukung tercapainya kemandirian pangan di tingkat desa,” jelas Saifullah.

Kegiatan lomba yang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2025 itu diikuti oleh 26 kelompok LPM dari total 84 kelompok yang ada di Kabupaten Tangerang. Proses seleksi mencakup tahapan sosialisasi, pendaftaran, seleksi administrasi, penilaian lapangan, hingga pleno penetapan pemenang.

Kabid Ketahanan Pangan, Abdul Munir, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ajang memperkuat peran LPM sebagai pilar ketahanan pangan berbasis komunitas.

“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tapi momentum memperkuat semangat kebersamaan, inovasi, dan kemandirian kelompok dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Adapun pemenang Lomba Lumbung Pangan Masyarakat Terbaik Tahun 2025 adalah : Juara I: LPM Karya Jaya (Desa Carenang, Kecamatan Cisoka) – Rp10.000.000, Juara II: LPM Dengkul Jaya (Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja) – Rp7.000.000, Juara III: LPM Melati (Desa Margamulya, Kecamatan Mauk) – Rp4.000.000, Harapan I: LPM Sodong Pulo (Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa) – Rp2.000.000, Harapan II: LPM Pakuhaji Kulon (Desa Pakualam, Kecamatan Pakuhaji) – Rp1.500.000, Harapan III: LPM Karoya Sejahtera (Desa Carenang, Kecamatan Cisoka) – Rp1.000.000.

Dengan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap semangat kemandirian pangan desa terus tumbuh dan menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan daerah yang tangguh dan berkelanjutan.

Penulis: Edi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *