Menu
Jendela Informasi Rakyat

Dewan Pendidikan Tangerang Tegaskan Pentingnya Pendidikan Nonformal

  • Bagikan
src="https://farm3.staticflickr.com/2865/9425612899_a28c5f97c6_o.jpg" alt="banner 468x60" title="banner 468x60" width="468" height="60" loading="lazy" />

TANGERANG (JN) – Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang menegaskan pentingnya pendidikan nonformal sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang inklusif, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Mas Iman Kusnandar, menyebutkan bahwa pendidikan nonformal dapat menjadi solusi alternatif untuk menurunkan angka tidak sekolah (ATS), khususnya bagi masyarakat usia 25 tahun ke atas.

“Pendidikan nonformal bisa diakses semua kalangan, tanpa syarat masuk yang rumit seperti sekolah formal. Inilah yang membuat pendidikan nonformal menjadi jawaban bagi masyarakat yang ingin tetap belajar, meski tidak bisa masuk sekolah atau perguruan tinggi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa. Ia menilai, pendidikan nonformal tidak sekadar pelengkap, melainkan mampu memberikan keterampilan nyata yang langsung bermanfaat bagi masyarakat.

“Dengan pendidikan nonformal, masyarakat memperoleh ilmu sekaligus keterampilan praktis yang bisa digunakan untuk bekerja, berwirausaha, maupun meningkatkan taraf hidup. Inilah mengapa pendidikan nonformal sangat strategis untuk pembangunan masyarakat,” tegas Prima.

Sejumlah kajian juga menunjukkan bahwa pendidikan nonformal berfungsi sebagai pelengkap, penambah, sekaligus pengganti pendidikan formal. Program seperti kursus, pelatihan, hingga kegiatan literasi dasar terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan, daya saing kerja, serta partisipasi sosial masyarakat.

Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang pun mendorong agar pemerintah daerah memberi perhatian lebih pada sektor ini melalui kajian serius dan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan arah pengembangannya.

Madsoni, salah satu anggota Dewan Pendidikan, menambahkan bahwa pendidikan nonformal perlu diperkuat sejak tingkat desa dengan memaksimalkan anggaran retribusi bagi hasil daerah. “Minimal 10–20 persen bisa diarahkan untuk pendidikan. Dengan dukungan pemerintah daerah serta kolaborasi masyarakat, pendidikan nonformal di Kabupaten Tangerang diharapkan semakin berkembang sebagai sarana meningkatkan kapasitas individu dan kualitas hidup,” tandasnya.

Penulis: herman
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *