TANGERANG – Di tengah dinamika politik dan gelombang unjuk rasa yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan pemuda untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah.
Ajakan tersebut disampaikan Maesyal Rasyid saat menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Tangerang di Gedung Serbaguna (GSG) Kantor Kecamatan Cikupa, Minggu (31/8/25).
“Kabupaten Tangerang rumah kita bersama. Jangan biarkan tindakan yang merugikan justru memecah persatuan yang sudah terbangun,” kata Maesyal.
Bupati mengajak mahasiswa dan pemuda menjadi agen perubahan dan mitra kritis pemerintah untuk memberi contoh positif dalam menyuarakan gagasan. Menurutnya, ruang diskusi selalu terbuka lebar, baik melalui forum resmi pemerintahan maupun melalui kegiatan kolaboratif yang bisa dirancang bersama.
Maesyal juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menutup mata terhadap kritik dan masukan. Namun, ia berharap setiap perbedaan pandangan dapat dikelola dengan komunikasi yang sehat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas.
“Mahasiswa dan pemuda adalah mitra strategis dan kritis pemerintah. Suara dan ide-ide mereka sangat dibutuhkan, tapi harus disampaikan dengan cara yang bermartabat,” katanya.
Diketahui belakangan ini, aksi demonstrasi yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Maesyal mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kapolres dan Dandim setempat.
“Sebagai langkah preventif, melkuibkecamatan dan kelurahan kami juga telah mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi, tetap tenang dan menghindari tindakan anarkis,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan keselamatan bangsa serta mendoakan para korban insiden di Jakarta dengan bersama-sama membacakan surat Al-Fatihah.












