TANGERANG, (JN) – Pemuda Muhammadiyah adalah satu di antara himpunan gerakan pemuda tertua di Indonesia. Berdiri sejak 2 Mei 1932, keberadaannya dimaksudkan untuk menghimpun, membina dan menggerakkan potensi pemuda Islam demi terwujudnya kader persyarikatan (Muhammadiyah), kader umat, kader bangsa dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah, sebagaimana yang tertuang didalam anggaran dasar Pemuda Muhammadiyah.
Sejak berdiri lebih dari ¾ abad yang lalu, atau tepatnya 92 tahun usianya saat ini, sudah cukup banyak kiprah dari Pemuda Muhamadiyah baik bagi persyarikatan dalam melahirkan kader-kader muda potensial, maupun bagi bangsa Indonesia. Karenanya tidak mengherankan kalau kiprah dari para kader penyambung estafet kepemimpinan di Pemuda Muhammadiyah dinantikan oleh persyarikatan dan masyarakat.
Untuk mencapai cita-cita organisasi, maka Muhammadiyah merumuskan konsep Pemuda Negarawan yang nantinya diharapkan melekat pada setiap kader dan menjadi ciri dari pemuda itu sendiri.
Adapun empat (4) pilar pemuda negarawan itu adalah: Pertama Pilar Islam Berkemajuan, Kedua: Pilar Keilmuan, Ketiga Pilar Kewirausahaan Sosial, dan Keempat adalah Pilar Politik Kebangsaan.
Ahmad Junaedi Abdillah selaku Wakil ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Banten ini mengatakan bahwa Konsep dasar Pemuda Negarawan yang sudah menjadi ciri khas kader Pemuda Muhammadiyah mesti mampu di aktualisasikan dan diaplikasikan dalam setiap tindak perilaku keseharian.
“Yang mana Islam berkemajuan dimaksudkan untuk memberikan pandangan Islam rahmatan lil alamin, bisa meningkatkan kepedulian kepada sesama dan ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa,” kata Ahmad Junaedi.
Menurutnya, Pilar keilmuan menjadi penting sebagai pondasi awal kader Pemuda Negarawan untuk bisa terlibat dalam semua hal yang ada ditengah-tengah masyarakat. Penting untuk menjadikan kader Pemuda Muhammadiyah sebagai pilar produksi pemikiran Islam berkemajuan dan menjadi pilar gerakan keilmuan untuk membangun peradaban bangsa.
“Dengan diawali dari ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dengan menyeimbangkan kesadaran moral dan spiritual di tengah kemajuan dunia teknologi. Pilar kewirausahaan menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi umat, dengan mengedepankan konsep ekonomi kerakyatan yang perlu terus didorong agar semakin banyak kader yang berkiprah menjadi penggerak ekonomi nasional. Terakhir adalah Pilar Politik, pilar terakhir ini berperan penting untuk menentukan arah bangsa dan persyarikatan melalui jalur politik,” papar Junaedi.
Mengutip tulisan, Prof. Haedar Nashir kalau Muhammadiyah khitahnya adalah tidak terlibat langsung dalam politik praktis, namun demikian Muhammadiyah ataupun kader-kadernya bisa memainkan peran pejuang aspirasi umat, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Karenanya, lanjut Junaedi, pasca Pemilu 2024 dan menjelang pemilihan kepala daerah 2024 November mendatang, kader Pemuda Muhammadiyah harus bisa mengambil peran sebagai fasilitator untuk meningkatkan partisipasi dan wawasan politik masyarakat, khususnya kader pemuda menuju kehidupan yang demokratis.
Lebih jauh, Junaedi mengungkapkan, para kader juga bisa melibatkan diri sebagai pemerhati, peserta atau pemantau pemilu agar dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila, bahkan pemuda muhamadiyah harus mengambil dan mengisi momentum pemilihan kepala daerah nanti.
Ke Depan, bangsa Indonesia akan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Di antaranya adalah bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, mengurangi pengangguran, membuka lapangan pekerjaan, mengatasi krisis iklim dan pangan hingga bagaimana kita menegakkan hukum yang adil.
Masih kata Junaedi, kader mesti terlibat dan melibatkan diri di setiap momentum, baik itu dalam isu kedaerahan, regional hingga nasional. Mulai dari memberikan ide, gagasan dan inovasi untuk Kalimantan Barat pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Karenanya kader Pemuda Muhammadiyah mesti mampu menjadi penengah, berimbang dan tetap kritis dalam menyikapi masalah yang ada. Jangan sampai, nantinya Pemuda Muhammadiyah yang terlibat dan bahkan memperkeruh keadaan di tengah masyarakat, terutama menjelang pelaksanaan pemilihan 2024.
Dengan begitu, kader-kader yang tampil ke publik akan tergambarkan sebagai Pemuda Negarawan, yang bukan hanya bisa mengamati dan mengkritik kondisi yang ada, tapi juga mampu memberikan ide dan gagasan untuk menjawab tantangan perkembangan zaman ke depan.
“Dalam kesempatan milad pemuda Muhammadiyah ke 92 Tahun 2024 ini kami merespon dan mendukung penuh ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah provinsi Banten, Rifki Hermansyah untuk maju dalam perhelatan Pilkada Bupati Pandeglang sebagai bentuk aktualisasi gerakan pemuda negarawan dalam menuju Indonesia emas, kita optimis ketum Rifki Mampu jadi pemimpin di Kabupaten Pandeglang karna banyak peran yang dilakukan dengan terjun langsung ke Masyarakat, hingga itu dapat ia buktikan dalam Pemilu 2024 Februari kemarin meraih perolehan suara terbanyak di Dapil Pandeglang,” tegas Ahmad Junaedi.












